SMS Gratis

Sabtu, 24 Oktober 2015

Siapa temanmu, itulah kamu

�� Rabu, 01 Muharram 1437H / 14 Oktober 2015

�� MOTIVASI ISLAM

�� Pemateri: Ust. ABDULLAH HAIDIR

�� SIAPA TEMANMU, ITULAH KAMU

������������������

��Teman mu adalah yang jujur padamu, bukan yang selalu membenarkan apa saja tindakanmu.

��Teman sejati, bukan teman yang tidak pernah berpisah, tapi teman yang apabila bertemu karena Allah, dan jika berpisah, berpisah karena Allah.. 

��Di antara bukti kesetiaanmu terhadap teman mu, jika namanya kau hadirkan dalam doamu tanpa dia ketahui, agar harapan-harapannya terpenuhi.

��Mengetahui dan memahami tabiat teman, adalah setengah dari modal pertemanan yang baik…

��Pada teman yang lebih muda, katakan:
'Aku tlah mendahuluinya dalam dosa'.

��Pada yang lebih tua katakan, 'Dia telah mendahuluiku dalam taat & kebaikan.'

���� Cari teman yang dapat menerimamu "apa adanya", bukan yang selalu mencari padamu "ada apanya"��

��Teman yang baik, bukan hanya sekedar tahu dimana rumahmu, tapi dia tahu dimana hatimu?

��Teman yang baik, bukan orang yang dimuliakan temannya, tapi orang yang temannya merasa dimuliakan olehnya…

��Kekayaan dan kedudukan dapat menundukkan teman, tapi hanya perbuatan baik yang dapat menundukkan hatinya..

��Mengalah dalam ber teman belum tentu kalah. Bisa jadi hal itu menjadi sebab dia dapat "mengalahkannya"...

��Adakalanya dalam berteman kita harus mengalah sepanjang tidak menjatuhkan harga diri dan menggadai prinsip..

��Husnuzzan dalam berteman itu penting...
Tapi berhati-hati juga perlu....

��Saat pertemanan belum begitu intens, hindari memberikan kesimpulan akhir baik atau buruknya teman mu...

��Saat engkau merasa tidak ada beban untuk mencurahkn perasaanmu pada teman mu, dialah teman dekatmu...

��Saat kau gembira dengan kegembiraan temanmu dan sedih dengan kesedihan temanmu, kau telah menjadi teman sejatinya...

��Tundalah marahmu pada temanmu beberapa saat. Boleh jadi kau temukan hakekat yang tidak kau ketahui sebelumnya, atau marahmu sudah reda..

��Jika sekian kali teman mu marah kepadamu namun dia tidak mengeluarkan kata-kata kasar, dia layak menjadi teman baikmu

��Berhati-hati lah dalam memilih teman. Tapi harus lebih hati-hati lagi jika ingin menggantinya....

��Mendamaikan dua teman yang bertikai lebih baik dibanding memihak salah satunya...

��Jangan bantu teman mu yg bermusuhan dengan temannya. Bisa jd mereka akan berdamai sedangkan engkau masih bermusuhan..

��Jangan terlalu sering bertemu teman, jangan pula terlalu jarang....

��Tegurlah teman mu kala sepi dan pujilah dia kala ramai....

��Jika engkau hanya ingin ber teman dengan orang yg tidak ada kekurangannya, sama saja engkau tidak ingin berteman dgn dirimu sendiri...

��Jika engkau hanya ingin ber teman dengan orang yg tidak ada kekurangannya, sama saja engkau tidak ingin berteman...

���� Keinginan menjadi teman yang baik, harus melebihi keinginan mendapatkan teman yg baik...

��Kekayaan dapat mendatangkan banyak teman, tapi jika musibah menimpa, akan menjadi ujian bagi merka.

��Jika matamu mendapatkan kekurangan pada teman mu, jangan serta merta lisanmu mengungkapkannya...

��Kalau teman mu lebih pintar, belajarlah darinya. Kalau lebih bodoh, ajarilah, Kalau sepadan, berdiskusilah...

��Teman mu adalah cerminmu. Kalau dia baik, maka sesuaikan dirimu seperti dia, kalau buruk, maka perbaikilah cerminnya.

��Kalau ada teman mu membicarakan keburukan temanmu yg lain, hati-hati, keburukanmu bisa jadi akan dia bicarakan kepada temanmu yg lain...

��Teman baik teman mu, layak menjadi temanmu, tapi musuh temanmu, tidak harus menjadi musuhmu.

��Cepat atau lambat, kita kan berpisah dengan teman-teman kita. Hanya iman dan takwa kepada Allah yang dapat memastikan pertemuan di surga-Nya..

Aamiin..

������������������

��Dipersembahkan oleh grup WA - MANIS - MAJELIS IMAN ISLAM ��

Sebarkan ke teman lain, smoga bermanfaat.....
������������������

0 komentar:

Posting Komentar